Analisis Konsistensi Tanah Akibat Dari Penambahan Semen Dan Abu Sekam Padi

Authors

  • Frederik Irsan Delu
  • Oktavianty Batto' Politeknik Amamapare
  • Desi Sandy Universitas Kristen indonesia paulus
  • Lisa Febriani Universitas Kristen indonesia paulus
  • Pebrinar Riani Sangle Universitas Kristen Indonesia Paulus image/svg+xml

DOI:

https://doi.org/10.55334/jtam.v7i1.354

Keywords:

Konsistensi tanah, stabilisasi tanah, semen, abu sekam padi, indeks plastisitas

Abstract

Konsistensi tanah merupakan salah satu sifat fisik penting dalam rekayasa geoteknik yang dievaluasi melalui batas-batas Atterberg, yaitu batas cair (LL), batas plastis (PL), dan indeks plastisitas (PI). Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh penambahan semen Portland (OPC) dan abu sekam padi (RHA) terhadap konsistensi tanah melalui pengujian batas Atterberg. Sampel tanah diambil dari lokasi Rante Balla dan distabilisasi menggunakan kadar semen tetap sebesar 2% yang dikombinasikan dengan variasi abu sekam padi sebesar 4%, 8%, dan 12% dari berat kering tanah, dengan tanah tanpa perlakuan sebagai kontrol. Pengujian dilakukan mengacu pada standar ASTM D4318 untuk menentukan batas cair, batas plastis, batas susut, dan indeks plastisitas, kemudian hasilnya dianalisis secara deskriptif dan dibandingkan berdasarkan persentase perubahan relatif terhadap tanah asli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah asli memiliki batas cair 40,29%, batas plastis 17,41%, dan indeks plastisitas 22,88%. Setelah stabilisasi, batas cair meningkat sedikit hingga 42,20%, sedangkan batas plastis meningkat lebih signifikan hingga 23,80%, sehingga indeks plastisitas menurun menjadi berkisar antara 18,20%–19,92%. Penurunan indeks plastisitas terbesar terjadi pada campuran 2% semen dan 4% abu sekam padi, yaitu sekitar 20,5% dibandingkan tanah asli, sehingga campuran ini merupakan campuran optimal dalam penelitian ini. Hasil ini mengindikasikan bahwa kombinasi semen dan abu sekam padi efektif menurunkan plastisitas tanah dan meningkatkan konsistensinya, sekaligus menawarkan alternatif stabilisasi tanah yang lebih ramah lingkungan dan hemat biaya untuk aplikasi geoteknik dan perkerasan jalan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ashad, H., Rezky Putra, M., & Utina, T. (2023). Studi Karakteristik Kuat Tekan Beton Geopolimer Berbahan Dasar Fly Ash. Jurnal Teknik Sipil, 30(3), 379–384. https://doi.org/10.5614/jts.2023.30.3.6

ASTM International. (2020). ASTM D4318-17e1: Standard Test Methods for Liquid Limit, Plastic Limit, and Plasticity Index of Soils. ASTM International, West Conshohocken, PA.

Badriyah, N., & Wulandari, S. (2020). Efektivitas Akar Vetiver terhadap Peningkatan Kohesi Tanah Lereng sebagai Tinjauan untuk Perkuatan Lereng. Jurnal Teknik Sipil, 27(2), 127–134. https://doi.org/10.5614/jts.2020.27.2.3

Basha, E. A., Hashim, R., Mahmud, H. B., & Muntohar, A. S. (2005). Stabilization of residual soil with rice husk ash and cement. Construction and Building Materials, 19(6), 448–453. https://doi.org/10.1016/j.conbuildmat.2004.08.001

Das, B. M., & Sobhan, K. (2018). Principles of Geotechnical Engineering (9th ed.). Cengage Learning.

Diana, W., Hartono, E., Widianti, A., & Apriliani, R. (2021). Pengaruh Subtitusi Bubuk Cangkang Telur terhadap Batas-Batas Konsistensi Tanah Lempung yang Distabilisasi dengan Kapur. Media Komunikasi Teknik Sipil, 27(2), 232–241. https://doi.org/10.14710/mkts.v27i2.33885

Hatmoko, J. T., & Suryadharma, Y. H. (2017). Perilaku Geser Tanah yang Distabilisasi dengan Abu Ampas Tebu-Semen dan Inklusi Serat Polyester. Media Komunikasi Teknik Sipil, 23(2), 133–141. https://doi.org/10.14710/mkts.v23i2.15975

Irianto, I., Sitorus, P. H., Mabui, D. S. S., Rochmawati, R., & Lapian, F. E. P. (2023). Analisis Pengaruh Penambahan Limbah Tailing PT. Freeport sebagai Bahan Stabilisasi Tanah pada Lapis Pondasi Jalan. Jurnal Teknik Sipil, 30(3), 449–456. https://doi.org/10.5614/jts.2023.30.3.13

Mitchell, J. K., & Soga, K. (2005). Fundamentals of Soil Behavior (3rd ed.). John Wiley & Sons.

Mochtar, N. E., Yulianto, F. E., & Satria, T. R. (2014). Pengaruh Usia Stabilisasi pada Tanah Gambut Berserat yang Distabilisasi dengan Campuran CaCO3 dan Pozolan. Jurnal Teknik Sipil, 21(1), 57–64. https://doi.org/10.5614/jts.2014.21.1.6

Prisca, L. N., & Wulandari, S. (2020). Pengaruh Penambahan Garam dan Limbah Karbit pada Tanah Lempung terhadap Kepadatan Kering Maksimum dan CBR. Jurnal Teknik Sipil, 27(3), 239–246. https://doi.org/10.5614/jts.2020.27.3.5

Rahayu, W., Lisdiyanti, P., & Pratama, R. E. (2015). Tanah Gambut Melalui Uji Triaksial Consolidated Undrained dan Unconsolidated Undrained. Jurnal Teknik Sipil, 22(3), 201–208. https://doi.org/10.5614/jts.2015.22.3.4

Tana, A., Wibowo, S. S., & Rahman, H. (2024). Kajian Stabilisasi Tanah dengan Semen dan Bahan Tambah sebagai Lapis Pondasi pada Perkerasan Jalan (Studi Kasus: Tanah dari Kawasan Ibu Kota Nusantara). Jurnal Teknik Sipil, 31(1), 53–60. https://doi.org/10.5614/jts.2024.31.1.6

Theodorus, A., Sugeng, B., Suratman, I., & Hermawan, R. (2010). Kajian Efektifitas Semen dan Fly Ash dalam Campuran Soil Cement Memakai Tanah Lempung dan Pasir Pulau Timor. Jurnal Teknik Sipil, 15(2), 69–84. https://doi.org/10.5614/jts.2008.15.2.3

Waani, J. E., & Elisabeth, L. (2017). Substitusi Material Pozolan terhadap Semen pada Kinerja Campuran Semen. Jurnal Teknik Sipil, 24(3), 237–246. https://doi.org/10.5614/jts.2017.24.3.7

Waani, J. E., Manoppo, M. R. E., & Mandagi, A. T. (2025). Pengaruh Rasio Semen-Zeolit dan Jumlah Material Stabilisasi terhadap Sifat Fisik dan Mekanik Tanah Ekspansif. Media Komunikasi Teknik Sipil, 31(1), 25–32. https://doi.org/10.14710/mkts.v31i1.72460

Waani, J. E., Prabandiyani, S., & Setiadji, B. H. (2014). Evaluasi Sifat-Sifat Mekanik Campuran CTRB yang Disubstitusi Parsial dengan Pozolan Alam (Tras). Jurnal Teknik Sipil, 21(3), 229–240. https://doi.org/10.5614/jts.2014.21.3.6

Wardani, S. P. R., Hardiyati, S., Muhrozi, M., & Pardoyo, B. (2015). Stabilisasi Tanah Lempung dengan Menggunakan Larutan Asam Sulfat (H2SO4) pada Tanah Dasar di Daerah Godong-Purwodadi Km 50 Kabupaten Grobogan. Media Komunikasi Teknik Sipil, 21(1), 13–22.

Wibowo, D. E., Ramadhan, D. A., Endaryanta, & Prayuda, H. (2023). Soil stabilization using rice husk ash and cement for pavement subgrade materials. Revista de la Construcción, 22(1), 192–205. https://doi.org/10.7764/RDLC.22.1.192

Winarno, A. B., & Syahril, S. (2024). Stabilisasi Tanah Lunak Menggunakan Lumpur Bledug Kuwu dan Larutan Asam Fosfat Ditinjau dari Nilai Kuat Tekan Bebas. Jurnal Teknik Sipil, 31(2), 235–240. https://doi.org/10.5614/jts.2024.31.2.14

Downloads

Published

30-06-2026

Issue

Section

Articles

How to Cite

Analisis Konsistensi Tanah Akibat Dari Penambahan Semen Dan Abu Sekam Padi. (2026). Jurnal Teknik AMATA, 7(1), 65-70. https://doi.org/10.55334/jtam.v7i1.354

Most read articles by the same author(s)