Analisis Karakteristik Dan Dampak Lingkungan Penambangan Rakyat Di Kawasan Kali Kabur, Timika, Papua Tengah
DOI:
https://doi.org/10.55334/jtam.v7i1.347Keywords:
Dampak Lingkungan, Tambang Rakyat, Sedimen fluvial, sluice box, MimikaAbstract
Penambangan rakyat (artisanal and small-scale mining/ASM) di kawasan Kali Kabur, Timika, Papua Tengah berkembang pesat didorong oleh kandungan mineral logam pada sedimen fluvial daerah tersebut. Kegiatan ini umumnya menggunakan metode sluice box sederhana yang dioperasikan langsung di bantaran sungai. Studi ini dilaksanakan pada Februari 2026 dan bertujuan menganalisis karakteristik kegiatan penambangan rakyat serta dampaknya terhadap kualitas air dan kondisi sedimen Kali Kabur melalui pendekatan observasi lapangan sistematis. Pengamatan dilakukan terhadap kondisi fisik air sungai, morfologi dasar sungai, karakteristik sedimen, kondisi vegetasi riparian, dan luasan gangguan di area penambangan aktif, dibandingkan dengan zona tidak terganggu di hulu. Hasil observasi menunjukkan aktivitas penambangan menyebabkan peningkatan kekeruhan air yang signifikan, kerusakan morfologi dasar sungai berupa lubang galian dan terganggunya gravel bars alami, serta akumulasi material tailings di area kerja. Vegetasi riparian pada zona aktif mengalami degradasi nyata, sementara partikel sedimen halus berpotensi tersebar ke arah hilir. Diperlukan pengelolaan terstruktur dan pemantauan lingkungan berkelanjutan untuk meminimalkan dampak, dengan tetap memperhatikan aspek sosial-ekonomi komunitas penambang.
Downloads
References
Andrie, F., Suharno, S., & Wijayanti, P. (2023). Analisis Kualitas Air Dampak Pertambangan Emas di Aliran Sungai Barito Kabupaten Murung Raya. Jurnal Ilmiah Lingkungan Kebumian, 5(2), 59–69. https://doi.org/10.31315/jilk.v5i2.9256
Balaoing, A. L. R., Buot, I. E., & Polestico, M. A. B. (2021). Environmental impacts of small-scale gold mining on Philippine river systems: A review. Environmental Science and Pollution Research, 28(4), 3821–3837. https://doi.org/10.1007/s11356-020-11472-5
Barakati, K., Erizal, E., & Arif, C. (2024). Status Mutu Air Permukaan & Airtanah di Sekitar Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Kecamatan Buntulia Kabupaten Pohuwato Provinsi Gorontalo. Jurnal Ilmu Lingkungan, 22(2), 512–522. https://doi.org/10.14710/jil.22.2.512-522
Basri, H., Manfarizzah, M., & Prayudi, H. C. (2022). Analysis of water pollution index around gold mining in the downstream of Krueng Kluet Sub-Watershed. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 1041(1), 012050. https://doi.org/10.1088/1755-1315/1041/1/012050
Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. (2020). Sekretariat Negara Republik Indonesia, Jakarta.
Bruno, D. E., Ruban, D. A., Tiess, G., Pirrone, N., Perrotta, P., Mikhailenko, A. V., Yashalova, N. N., & Afonso, M. J. (2020). Artisanal and small-scale gold mining, meandering tropical rivers, and geological heritage: Evidence from Brazil and Indonesia. Science of the Total Environment, 715, 136907. https://doi.org/10.1016/j.scitotenv.2020.136907
Desmaiani, H., Muslim, B., & Gusti, A. (2026). Assessing environmental degradation in a tropical watershed: Evidence from artisanal and small-scale gold mining (ASGM) and plantation expansion in West Kalimantan, Indonesia. Journal of Degraded and Mining Lands Management, 13(2), 9859–9873. https://doi.org/10.15243/jdmlm.2026.132.9859
Esdaile, L. J., & Chalker, J. M. (2018). The mercury problem in artisanal and small-scale gold mining. Chemistry – A European Journal, 24(27), 6905–6916. https://doi.org/10.1002/chem.201704840
Fadlillah, L. N., Wantzen, K. M., Annisa, A., & Suhartono, E. (2023). Ecological risk and source identifications of heavy metals contamination in the water and surface sediments from anthropogenic impacts of urban river, Indonesia. Heliyon, 9(4), e15485. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2023.e15485
Harianja, A. H., Sitompul, A. F., & Simamora, O. (2020). Mercury contamination of artisanal gold mining in North Sumatera: A case study at Huta Bargot, Mandailing Natal Regency. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, 10(3), 401–410. https://doi.org/10.29244/jpsl.10.3.401-410
Hidayanti, K. (2019). Distribusi Logam Berat pada Air dan Sedimen serta Potensi Bioakumulasi pada Ikan Akibat Penambangan Emas Tanpa Izin: Studi Kasus DAS Sekonyer, Kalimantan Tengah. Media Ilmiah Teknik Lingkungan, 4(1), 24–33. https://doi.org/10.33084/mitl.v4i1.651
Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. (2021). Sekretariat Negara Republik Indonesia, Jakarta.
Hilson, G., & Maconachie, R. (2017). Artisanal and small-scale mining and the Sustainable Development Goals: Opportunities, challenges, and the future. The Extractive Industries and Society, 4(3), 559–567. https://doi.org/10.1016/j.exis.2017.07.001
Idris, M. H., & Sari, D. P. (2022). Analisis kualitas air daerah aliran sungai (DAS) Boal Kabupaten Sumbawa. Prosiding Seminar Nasional Mahasiswa Kehutanan Indonesia, 1(1), 1–8. https://journal.unram.ac.id/index.php/iwors/article/view/1154
ILO (International Labour Organization). (2020). Artisanal and small-scale mining: Ensuring decent work. International Labour Organization. https://www.ilo.org/global/topics/employment-promotion/mining
Krisnayanti, B. D. (2018). ASGM status in West Nusa Tenggara Province, Indonesia. Journal of Degraded and Mining Lands Management, 5(2), 1077–1084. https://doi.org/10.15243/jdmlm.2018.052.1077
Mensah, A. K., Mahiri, I. O., Owusu, O., Mireku, O. D., Wireko, I., & Kissi, E. A. (2021). Environmental impacts of mining: A study of mining communities in Ghana. Applied Ecology and Environmental Sciences, 3(3), 81–94. https://doi.org/10.12691/aees-3-3-3
Munawar, M., Hasibuan, H. S., & Slamet, A. (2022). Environmental impact assessment of artisanal small-scale gold mining and policy recommendations for sustainable management in Indonesia. Journal of Environmental Management, 316, 115218. https://doi.org/10.1016/j.jenvman.2022.115218
Nuryanty, C. D., Riani, E., Abidin, Z., Sutjahjo, S. H., & Riyadi, A. (2024). Mercury contamination from artisanal small-scale gold mining activities in Simpenan District, Sukabumi Regency, West Java, Indonesia. Asian Journal of Water, Environment and Pollution, 21(4), 83–89. https://doi.org/10.3233/AJW240049
Owusu, O., Mensah, A. K., & Mireku, O. D. (2020). Effects of artisanal and small-scale gold mining on river water quality: A case study of the Offin River, Ghana. Environmental Monitoring and Assessment, 192(7), 441. https://doi.org/10.1007/s10606-020-09489-y
Prabawa, A., Wijaya, B., & Supriadi, H. (2021). Formalization of artisanal and small-scale gold mining in Indonesia: A policy review. Resources Policy, 74, 102382. https://doi.org/10.1016/j.resourpol.2021.102382
Pradsindra, A. S., Yuliani, E., & Haribowo, R. (2023). Studi penentuan status mutu air dengan menggunakan metode STORET, Indeks Pencemaran, dan CCME-WQI di Sungai Metro Kota Malang, Jawa Timur. Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air, 3(2), 780–789. https://doi.org/10.21776/ub.jtresda.2023.003.02.066
Pratama, R., Jumari, J., & Utami, S. (2021). Komposisi dan struktur vegetasi riparian strata pohon di Wana Wisata Curug Semirang Ungaran, Semarang, Jawa Tengah. Jurnal Biologi Tropis, 21(3), 700–710. https://doi.org/10.29303/jbt.v21i3.2829
Rahmadani, R., & Alawiyah, T. (2022). Deteksi logam berat merkuri (Hg) pada air dan ikan pasca pertambangan emas di Sungai Barito Kabupaten Barito Utara. Jurnal Surya Medika (JSM), 8(3), 76–80. https://doi.org/10.33084/JSM.V8I3.4501
Setiawan, A., Kinanti, P. M., & Rombe, P. Y. (2023). Estimation of hematite (Fe2O3) distribution over a large area with limited sample availability using geospatial analysis. Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara, 19(2), 91–102. https://doi.org/10.30556/jtmb.Vol19.No2.2023.1394
Siregar, E. S., Adawiyah, R., & Putriani, N. (2021). Dampak Aktivitas Pertambangan Emas terhadap Kondisi Ekonomi dan Lingkungan Masyarakat Muara Soma Kecamatan Batang Natal. Jurnal Education and Development, 9(2), 556–567. https://journal.ipts.ac.id/index.php/ED/article/view/2791
Sugiarti, D., Rohaningsih, D., & Aisyah, S. (2023). Study of total dissolved solids (TDS) and total suspended solids (TSS) in estuaries in Banten Bay Indonesia. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 1201, 012045. https://doi.org/10.1088/1755-1315/1201/1/012045
Wardhana, I. W., Mulyono, S., & Saputra, D. (2022). Analisis kualitas air akibat penambangan emas di Sungai Manuhing Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah. Jurnal Teknologi Lingkungan, 23(1), 45–54. https://doi.org/10.29122/jtl.v23i1.4612
Warmansyah, F., Nata, L., Barlian, E., Syah, N., Razak, A., & Umar, I. (2023). Analisis dampak penambangan emas tanpa izin (PETI) Muaro Kiawai terhadap hasil tangkapan ikan di TPI Sasak, Kabupaten Pasaman Barat. Jurnal Perikanan dan Kelautan, 28(1), 1–12. https://doi.org/10.31258/jpk.28.1.1-12
Yudhistira, Y., Hidayat, W. K., & Hadiyarto, A. (2011). Kajian Dampak Kerusakan Lingkungan Akibat Kegiatan Penambangan Pasir di Desa Keningar Daerah Kawasan Gunung Merapi. Jurnal Ilmu Lingkungan, 9(2), 76–84. https://doi.org/10.14710/jil.9.2.76-84
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nilam Sry Putri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









